"Dia yang bisa menaklukkan orang lain adalah manusia kuat. Dia yang bisa menaklukkan dirinya sendiri adalah manusia super." 
-Lao Tze-

Seperti biasa, seminar kepemimpinan dengan pembicara Dr. John C. Maxwell berlangsung meriah. Jumlah peserta selalu melampaui kapasitas sehingga panitia harus ketat menjalankan aturan. Demikian pula kali ini. Seorang peserta bertanya kepada pembicara no.1 dunia tentang kepemimpinan tersebut, "Apakah tantangan terbesar Anda sebagai seorang Pemimpin?" Sebuah pertanyaan yang sangat sederhana. Apa jawaban Dr. Maxwell? "Memimpin diri sendiri!" katanya tegas. "Itu selalu menjadi tantangan terbesar saya sebagai seorang pemimpin," tambahnya.

Memang demikianlah adanya. Kesulitan paling besar dalam memimpin adalah berjuang untuk memimpin diri sendiri. Baik Oprah Winfrey, George Washington, Mahatma Gandhi, atau bahkan Bunda Teresa adalah contoh pemimpin luar biasa dan tercatat dengan tinta emas dalam sejarah. Tetapi, keberhasilan mereka sudah dimulai sebelumnya ketika mereka berhasil memimpin diri mereka sendiri terlebih dahulu. Jika kita jujur dengan diri sendiri, kita harus mengakui bahwa orang yang paling sulit untuk dipimpin adalah diri kita sendiri.

Kodrat manusia tampaknya memberikan kita kemampuan untuk mengukur semua orang di dunia, kecuali diri kita sendiri. Kenyataannya, sering kita tidak melihat diri kita seperti kita melihat orang lain dan kita lebih keras kepada orang lain ketimbang kepada diri kita sendiri. Dalam salah satu bukunya, Winning With People, Dr. Maxwell mengajarkan tentang "prinsip cermin" bahwa "orang pertama yang harus kita periksa adalah diri kita sendiri."

Jika kita tidak melihat diri kita sendiri secara realistis, kita tidak akan pernah mengerti letak kesulitan pribadi kita. Jika kita tidak dapat melihatnya, kita tidak akan mampu memimpin diri kita sendiri secara efektif dan optimal.

 

Inilah Kunci Memimpin Diri Sendiri

1. Kembangkan disiplin diri
Kita harus bertanggung jawab untuk dan atas perbuatan serta keputusan yang kita buat. Karena setiap individu adalah "kerajaan" dari hidupnya sendiri. Diperlukan disiplin diri untuk membuat keputusan yang baik secara konsisten, untuk menahan diri dari perbuatan yang salah, dan untuk mengambil tindakan yang benar. Sikap itu tidak boleh kendur sedetik pun karena orang sukses adalah manusia yang selalu disiplin setiap saat secara terus-menerus dan berkesinambungan. Tidak ada ceritanya, seorang disebut disiplin hanya pada saat tertentu dan tidak disiplin pada saat yang lain. Tidak ada orang sukses serta pemimpin sejati bersikap seperti itu.

2. Bertanggung jawab
Memimpin diri sendiri berarti menempatkan diri kita pada standar tanggung jawab yang lebih Tinggi dibandingkan orang lain. Kenapa demikian? Karena kita bertanggung jawab terhadap orang lain yang kita pimpin, sekaligus bertanggung jawab atas perbuatan diri kita sendiri. Kepemimpinan adalah kepercayaan, bukan hak. Kita harus selalu berusaha mengerjakan apa yang benar dan memperbaiki diri kita lebih dahulu dibandingkan orang lain agar tetap mendapatkan kepercayaan. Sekali kita lepas, maka kepercayaan pun akan terbang dari diri kita.

3. Belajar menjadi pengikut
Bagi sebagian orang, petuah ini terasa sangat berat. Buat mereka menjadi pengikut bukan hal mudah, bahkan mungkin lebih sulit dibanding menjadi pemimpin. Padahal, kuncinya adalah hanya pemimpin yang pernah menjadi pengikut, yang tahu dengan baik cara memimpin orang lain. Kepemimpinan yang baik mensyaratkan pengertian dan pemahaman terhadap dunia tempat para pengikut tinggal. Menjalin hubungan dengan orang lain menjadi lebih mudah jika kita sudah menjalani posisi mereka sebelumnya. Belajarlah untuk mengikuti kepemimpinan orang lain dan menjadi pengikut yang baik, maka kita akan menjadi pemimpin yang lebih rendah hati dan efektif.

4. Latih kesabaran
Hal ini bukan sekedar pepatah, "orang sabar disayang Tuhan." Kepemimpinan lebih daripada hanya pernyataan. Sudah dibahas di bagian lain bahwa menjadi pemimpin atau menjadi orang sukses bukanlah hasil dari proses dalam semalam. Tidak ada kepemimpinan instan, tidak ada kesuksesan serba cepat, semua perlu waktu dan proses serta persistensi.

(diambil dari artikel Andrie Wongso )