Tsunami 2004 menghentakkan Wayne Elsey meski ia hanya menyaksikannya dari berita televisi. Tak lama setelah tayangan itu ia tersentak melihat video sebelah sepatu tersapu ombak di pantai Aceh. Sepatu itulah yang memberinya inspirasi.

Saat itu Elsey adalah presiden direktur sebuah perusahaan sepatu. Dan ia juga belum pernah terlibat langsung dalam kegiatan amal. Menurutnya, sebagai seorang eskekutif  perusahaan ia hanya bisa memberi sumbangan uang pada lembaga yang kompeten. Namun sapuan ombak dan tsunami yang melanda Aceh menggerakkan hatinya agar tak tinggal diam. 

Segera setelah menyaksikan sepatu tersapu ombak itu ia mengontak teman-temannya untuk menggalang pengumpulan sepatu yang akan disumbangkan pada korban tsunami. Ide itu kemudian melahirkan yayasan pengumpulan sepatu yang diberi nama Soles4Souls pada awal tahun 2005. Melalui yayasan ini ia dan kawan-kawannya berhasil mengumpulkan 250.000 pasang sepatu baru yang kemudian mereka sumbangkan ke korban tsunami Aceh 2004.

Tak hanya kawan-kawannya yang mendukung. Sejumlah artis Hollywood dan penyanyi dunia Amerika Serikat (AS) juga ikut mendukungnya. Mereka memberi sumbangan atau melakukan pelelangan barang berharga yang hasilnya untuk keperluan pengumpulan sepatu itu. Ketika badai Katrina melanda AS pada Agustus 2005, Elsey kembali menggalang sepatu. Saat itu ia bisa mengumpulkan sebanyak hampir satu juta pasang sepatu.

 

"Setiap orang pasti punya kemampuan untuk membantu kehidupan orang lain sekecil apa pun perannya. Bisa melakukannya dengan cara turun ke jalan di sekitar rumah, atau pergi jauh meninggalkan rumah untuk menemukan mereka yang membutuhkan pertolongan," kata Elsey. Dan sepatu menjadi sumbangan yang berbeda dari kebanyakan sumbangan yang umum diberikan bagi korban bencana "Ketahuilah bahwa setiap hari pasti ada bencana alam (yang memakan korban)," lanjutnya.

Dengan fokus pada sumbangan sepatu, Soles4Souls, kini bisa disebut sebagai lembaga terbesar di dunia yang menyumbangkan sepatu pada korban-korban bencana. Sejak tahun 2005 hingga kini yayasan ini sudah menyumbangkan sekitar 15 juta pasang sepatu yang diberikan pada korban-korban di 127 negara di dunia.

Bagitu tingginya aspirasi masyarakat dunia pada gagasan Soles4Souls dalam mengumpulkan sepatu sampai akhirnya Elsey memutuskan pensiun dari posisinya sebagai presiden direktur perusahaan sepatu di AS agar bisa konsentrasi penuh mengelola yayasannya, Soles4Souls. Sungguh luar biasa, sebuah tayangan sepatu tersapu ombak bisa menggerakkan banyak orang di dunia untuk berbuat amal pada mereka yang terkena bencana.

(diambil dari artikel Andrie Wongso )