<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.7.2" -->
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
    <channel>
        <atom:link href="http://iprenur.yolasite.com/seni-membangun-perusahaan/category/seni-membangun-perusahaan.rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
        <title>seni-membangun-perusahaan</title>
        <description>seni-membangun-perusahaan</description>
        <link>http://iprenur.yolasite.com/seni-membangun-perusahaan/category/seni-membangun-perusahaan.php</link>
        <lastBuildDate>Wed, 03 Jun 2026 23:31:26 +0100</lastBuildDate>
        <generator>FeedCreator 1.7.2</generator>
        <item>
            <title>Leader atau Manager kah Anda?</title>
            <link>http://iprenur.yolasite.com/seni-membangun-perusahaan/category/seni-membangun-perusahaan/leader-atau-manager-kah-anda-</link>
            <description>&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: arial, helvetica, sans-serif; line-height: normal;&quot;&gt;Menjadi pimpinan perusahaan bukan berarti sebagai seorang leader. Seorang leader atau pemimpin adalah yang menjadi inspirasi untuk bawahan. Perbedaan manager dan leader bisa Anda simak berikut.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b style=&quot;color: #333333; font-family: arial, helvetica, sans-serif; line-height: normal; -webkit-box-shadow: none !important;&quot;&gt;Seorang Leader atau Manager kah Anda?&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: arial, helvetica, sans-serif; line-height: normal;&quot;&gt;Setiap divisi diperusahaan- perusahaan, ada satu orang yang mengatur dan bertanggung jawab atas divisi tersebut yaitu Manager. Namun tahukah Anda dalam satu tim tertentu dalam suatu proyek ada satu pengatur dan bertanggung jawab dalam proyek tersebut yaitu Leader.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: arial, helvetica, sans-serif; line-height: normal;&quot;&gt;Sekarang pertanyaannya, apakah Anda mengetahui apa perbedaan antara Manager dan Leader? Ternyata ada perbedaan antara keduanya. Selain dari yang saya sudah jelaskan diatas ternyata ada perbedaan lainnya. Saya akan jelaskan dari Manager : Manager adalah seseorang yang diangkat menjadi manager mengunakan surat resmi dari perusahaan melalui atasan. Manager berhubungan dengan sistem dan struktur dan mereka fokus kepada peraturan dan disiplin sehingga menjadikan motivasi untuk bawahannya.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: arial, helvetica, sans-serif; line-height: normal;&quot;&gt;Sedangkan, Leader adalah seseorang yang diangkat menjadi leader karena kesepakatan atas dukungan dari bawahan, karena seorang leader mampu menjadi inspirasi untuk bawahannya. Leader berhubungan dengan orang dan mereka fokus kepada mengatur resiko sehingga resikonya lebih kecil.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: arial, helvetica, sans-serif; line-height: normal;&quot;&gt;Sekarang mau jadi apakah Anda di perusahaan tempat Anda berkerja? Manager atau Leader.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: arial, helvetica, sans-serif; line-height: normal;&quot;&gt;Semoga bermanfaat,&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;i style=&quot;color: #333333; font-family: arial, helvetica, sans-serif; line-height: normal; -webkit-box-shadow: none !important;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;-webkit-box-shadow: none !important;&quot;&gt;Tung Desem Waringin&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;

&lt;p&gt;&lt;i&gt;(diambil dari artikel &lt;a href=&quot;http://iprenur.yolasite.com/seni-membangun-perusahaan/category/http://www.tdwclub.com/showthread.php?523-leader-atau-manager-kah-anda/&quot; class=&quot;&quot;&gt;TDW&lt;/a&gt; )&lt;br&gt;&lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;</description>
            <pubDate>Tue, 18 Dec 2012 03:41:02 +0100</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Leadership is About Leading Yourself First</title>
            <link>http://iprenur.yolasite.com/seni-membangun-perusahaan/category/seni-membangun-perusahaan/leadership-is-about-leading-yourself-first</link>
            <description>&lt;br&gt;&lt;br&gt;
				&lt;div style=&quot;text-align: center&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&quot;Dia yang bisa menaklukkan orang lain adalah manusia kuat. Dia yang bisa menaklukkan dirinya sendiri adalah manusia super.&quot;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;-Lao Tze-&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;
Seperti biasa, seminar kepemimpinan dengan pembicara Dr. John C. 
Maxwell berlangsung&amp;nbsp;meriah. Jumlah peserta selalu melampaui kapasitas 
sehingga panitia harus ketat menjalankan&amp;nbsp;aturan. Demikian pula kali ini.
 Seorang peserta bertanya kepada pembicara no.1 dunia 
tentang&amp;nbsp;kepemimpinan tersebut, &quot;Apakah tantangan terbesar Anda sebagai 
seorang Pemimpin?&quot; Sebuah&amp;nbsp;pertanyaan yang sangat sederhana. Apa jawaban 
Dr. Maxwell? &quot;Memimpin diri sendiri!&quot; katanya tegas. &quot;Itu selalu menjadi
 tantangan terbesar saya sebagai seorang pemimpin,&quot; tambahnya. 
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Memang demikianlah adanya. Kesulitan paling besar dalam memimpin adalah 
berjuang untuk memimpin diri sendiri. Baik Oprah Winfrey, George 
Washington, Mahatma Gandhi, atau bahkan Bunda Teresa adalah contoh 
pemimpin luar biasa dan tercatat dengan tinta emas dalam sejarah. 
Tetapi, keberhasilan mereka sudah dimulai sebelumnya ketika mereka 
berhasil memimpin diri&amp;nbsp;mereka sendiri terlebih dahulu. Jika kita jujur 
dengan diri sendiri, kita harus mengakui bahwa&amp;nbsp;orang yang paling sulit 
untuk dipimpin adalah diri kita sendiri.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Kodrat manusia tampaknya memberikan kita kemampuan untuk mengukur semua 
orang di dunia, kecuali diri kita sendiri. Kenyataannya, sering kita 
tidak melihat diri kita seperti kita melihat orang lain dan kita lebih 
keras kepada orang lain ketimbang kepada diri kita sendiri. Dalam salah 
satu bukunya, &lt;i&gt;Winning With People&lt;/i&gt;, Dr. Maxwell mengajarkan tentang &quot;prinsip cermin&quot; bahwa &quot;orang pertama yang harus kita periksa adalah diri kita sendiri.&quot; 
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Jika kita tidak melihat diri kita sendiri secara realistis, kita tidak 
akan pernah mengerti letak kesulitan pribadi kita. Jika kita tidak dapat
 melihatnya, kita tidak akan mampu memimpin diri kita sendiri&amp;nbsp;secara 
efektif dan optimal.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: center&quot;&gt;
&lt;img class=&quot;yui-img&quot; src=&quot;http://www.andriewongso.com/otherimage/0-00000000000000000lead.jpg&quot; alt=&quot;&quot; height=&quot;340&quot; width=&quot;227&quot;&gt;&amp;nbsp;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Inilah Kunci Memimpin Diri Sendiri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;b&gt;1. Kembangkan disiplin diri&lt;/b&gt;&lt;br&gt;
Kita harus bertanggung jawab untuk dan atas perbuatan serta keputusan 
yang kita buat. Karena setiap individu adalah &quot;kerajaan&quot; dari hidupnya 
sendiri. Diperlukan disiplin diri untuk membuat keputusan yang baik 
secara konsisten, untuk menahan diri dari perbuatan yang salah, dan 
untuk mengambil tindakan yang benar. Sikap itu tidak boleh kendur 
sedetik pun karena orang sukses adalah manusia yang selalu disiplin 
setiap saat secara terus-menerus dan berkesinambungan. Tidak ada 
ceritanya, seorang disebut disiplin hanya pada saat tertentu dan tidak 
disiplin pada saat yang lain. Tidak ada orang sukses serta pemimpin 
sejati bersikap seperti itu.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;b&gt;2. Bertanggung jawab&lt;/b&gt;&lt;br&gt;
Memimpin diri sendiri berarti menempatkan diri kita pada standar 
tanggung jawab yang lebih Tinggi dibandingkan orang lain. Kenapa 
demikian? Karena kita bertanggung jawab terhadap orang lain yang kita 
pimpin, sekaligus bertanggung jawab atas perbuatan diri kita sendiri. 
Kepemimpinan adalah kepercayaan, bukan hak. Kita harus selalu berusaha 
mengerjakan apa yang benar dan memperbaiki diri kita lebih dahulu 
dibandingkan orang lain agar tetap mendapatkan kepercayaan. Sekali kita 
lepas, maka kepercayaan pun akan terbang dari diri kita. 
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;b&gt;3. Belajar menjadi pengikut&lt;/b&gt;&lt;br&gt;
Bagi sebagian orang, petuah ini terasa sangat berat. Buat mereka menjadi
 pengikut bukan hal mudah, bahkan mungkin lebih sulit dibanding menjadi 
pemimpin. Padahal, kuncinya adalah hanya pemimpin yang pernah menjadi 
pengikut, yang tahu dengan baik cara memimpin orang lain. Kepemimpinan 
yang baik mensyaratkan pengertian dan pemahaman terhadap dunia tempat 
para pengikut tinggal. Menjalin hubungan dengan orang lain menjadi lebih
 mudah jika kita sudah menjalani posisi mereka sebelumnya. Belajarlah 
untuk mengikuti kepemimpinan orang lain dan menjadi pengikut yang baik, 
maka kita akan menjadi pemimpin yang lebih rendah hati dan efektif.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;b&gt;4. Latih kesabaran&lt;/b&gt;&lt;br&gt;
Hal ini bukan sekedar pepatah, &quot;orang sabar disayang Tuhan.&quot; 
Kepemimpinan lebih daripada hanya pernyataan. Sudah dibahas di bagian 
lain bahwa menjadi pemimpin atau menjadi orang sukses bukanlah hasil 
dari proses dalam semalam. Tidak ada kepemimpinan instan, tidak ada 
kesuksesan serba cepat, semua perlu waktu dan proses serta persistensi.
&lt;/p&gt;


&lt;p&gt;&lt;i&gt;(diambil dari artikel &lt;a class=&quot;&quot; href=&quot;http://m.andriewongso.com/artikel/artikel_anda/4992/Leadership_Is_About_Leading_Yourself_First/&quot;&gt;Andrie Wongso&lt;/a&gt; )&lt;br&gt;&lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;</description>
            <pubDate>Wed, 29 Feb 2012 14:17:54 +0100</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Good Speech dari Dahlan Iskan</title>
            <link>http://iprenur.yolasite.com/seni-membangun-perusahaan/category/seni-membangun-perusahaan/good-speech-dari-dahlan-iskan</link>
            <description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
				&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Tiba-tiba saja pernyataan Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebar ke 
mana-mana. Bukan gosip melainkan pernyataan yang bijak mengenai 
kepemimpinan. &lt;/b&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pernyataan ini sebenarnya diungkapkan Dahlan selepas dilantik menjadi 
Menteri BUMN Oktober tahun lalu pada suatu media. Entah bagaimana tiga 
hari terakhir menjadi pembicaraan di forum-forum, dikutip di berbagai 
blog, bahkan dimuat juga di akun &lt;i&gt;Facebook&lt;/i&gt; yang menamakan dirinya Dahlaniskanfans. 
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berikut pernyataan lengkap Dahlan Iskan yang diberi judul &quot;&lt;i&gt;Good Speech dari Bpk Dahlan Iskan&lt;/i&gt;&quot; di forum-forum: 
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Menjadi pemimpin itu dianggap enak. Menjadi pemimpin itu dianggap bisa berkuasa. &lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Tetapi banyak yang tidak menyadari bahwa untuk bisa menjadi pemimpin
 yang baik sebenarnya harus pernah membuktikan dirinya pernah menjadi 
orang yang dipimpin. &lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Ketika menjadi orang yang dipimpin itu, dia juga bisa menjadi orang 
yang dipimpin dengan baik. Artinya untuk bisa menjadi pemimpin yang baik
 harus pernah menjadi anak buah yang baik.&lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Saya meragukan seseorang yang ketika menjadi anak buah tidak baik, 
dia bisa menjadi pemimpin yang baik. Menjadi anak buah yang baik itu 
adalah anak buah yang loyal tetapi juga kritis. Anak buah yang patuh 
tetapi juga bisa berpikir mana yang baik dan mana yang tidak baik. Anak 
buah yang selalu bisa memberikan jalan keluar kepada atasannya. Anak 
buah yang bisa memberikan pemecahan masalah bagi atasannya. Bukan anak 
buah yang selalu merepotkan atasannya, anak buah yang selalu membikin 
masalah pemimpinnya dan anak buah yang selalu memberikan persoalan bagi 
pemimpinnya.&lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Jadi ketika menjadi anak buah, dia harus bisa menjadi anak buah yang
 baik, bukan menjadi bagian persoalan dari pemimpinnya, tetapi menjadi 
problem solver bagi pemimpinnya.&lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Nah... kalau seseorang itu pernah menjadi anak buah yang baik, dan 
dalam kurun waktu yang cukup, maka kelak ketika dia naik menjadi 
pemimpin, dia akan bisa menjadi pemimpin yang baik. Karena seorang 
pemimpin yang pernah menjadi anak buah yang baik, maka dia bisa 
mengetahui bagaimana rasanya pernah menjadi anak buah.&lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Dengan demikian dia bisa tahu apa saja yang diperlukan anak buah dan
 bagaimana perasaan anak buah. Jadi pemimpin yang baik adalah pemimpin 
yang pernah menjadi anak buah yang baik. &lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
LuarBiasa!!!
&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;i&gt;(diambil dari artikel &lt;a class=&quot;&quot; href=&quot;http://m.andriewongso.com/artikel/aw_corner/4755/Good_Speech_dari_Dahlan_Iskan/&quot;&gt;Andrie Wongso&lt;/a&gt; )&lt;br&gt;&lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;</description>
            <pubDate>Mon, 09 Jan 2012 23:22:37 +0100</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>7 Prinsip Sukses Menjadi Pemimpin</title>
            <link>http://iprenur.yolasite.com/seni-membangun-perusahaan/category/seni-membangun-perusahaan/7-prinsip-sukses-menjadi-pemimpin</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img class=&quot;yui-img&quot; src=&quot;http://www.andriewongso.com/otherimage/0-00000000000ceo.jpg&quot; alt=&quot;&quot; height=&quot;277&quot; width=&quot;204&quot;&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
				&lt;i&gt;&lt;b&gt;Menjadi pemimpin memang tak mudah. Karena itu, hanya 
sedikit orang yang mencapai puncak dan bisa terus dikenang hingga kini. 
Sebenarnya, faktor apa saja yang dimiliki para pemimpin puncak hingga 
bisa jadi &quot;legenda&quot;?&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kita semua sebenarnya tercipta sebagai pemimpin. Minimal, memimpin diri 
kita masing-masing. Namun sayangnya, memimpin diri sendiri pun, masih 
sering mengalami kendala. Mulai dari membiarkan pikiran negatif muncul, 
memelihara sikap miskin mental, dan berbagai hal kurang baik lainnya. 
Padahal, dengan mengubah cara pandang saja, berpikiran selalu positif, 
mengembangkan kekayaan mental, akan mampu menjadikan kita sebagai 
pemimpin yang mumpuni.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika memimpin diri sendiri berhasil kita lampaui, maka menjadi pemimpin 
dalam arti sebenarnya juga mengandung tantangan yang tak kalah hebatnya.
 Hanya mereka yang mampu, mau, dan bersedia terus maju, yang akan jadi 
pemimpin hebat di bidangnya. Dan, sebenarnya, kita pun bisa mencapainya.
 Bagaimana caranya? Berikut tujuh kriteria penting yang harus dimiliki 
seseorang agar jadi pemimpin unggulan, yang disarikan dari Paul B. 
Thornton yang menulis buku &lt;b&gt;&lt;i&gt;Leadership: Best Advice I Ever Got&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1. &lt;b&gt;Pemimpin mampu menjadikan segalanya nyata&lt;/b&gt;. Seorang 
pemimpin haruslah memiliki semangat dan kemauan keras untuk mewujudkan 
keinginannya menjadi nyata. Untuk itu, pemimpin pasti memiliki sikap 
seorang &lt;i&gt;do-ers&lt;/i&gt; alias mengutamakan &lt;i&gt;action&lt;/i&gt;.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
John Baldoni, pendiri Baldoni Consulting LLC, mendapat nasihat agar 
menjadi orang yang tekun dari ayahnya. Sementara, sang ibu mengajarkan 
untuk tidak melupakan kasih sayang. Karena itu, pemimpin yang baik 
selain berusaha mewujudkan ambisi, juga tidak melupakan para 
pendukungnya.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
2. &lt;b&gt;Pemimpin mendengarkan dulu, baru memimpin&lt;/b&gt;. Steven 
Covey pernah menyebut, Tuhan menciptakan manusia dengan dua telinga dan 
satu mulut. Ini berarti, kita sebenarnya diperintahkan untuk lebih 
banyak mendengar daripada berkata-kata.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cordia Harrington, Presiden dan CEO dari Tennessee Bun Company 
menyebutkan, sebagai pemimpin agar mengutamakan untuk memahami lebih 
dulu, dibanding keinginan untuk dipahami.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
3. &lt;b&gt;Pemimpin menjawab pertanyaan dengan jelas dan terarah&lt;/b&gt;.
 Ada tiga pertanyaan mendasar yang biasanya ditanyakan anak buah: Ke 
mana kita akan mengarah? Bagaimana kita mencapainya? Apa peran saya?
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut Kevin Nolan, President &amp;amp; Chief Executive Officer dari &lt;i&gt;Affinity Health Systems, Inc&lt;/i&gt;,
 kemampuan menjawab dengan jelas dan terarah dari ketiga pertanyaan 
tersebut akan jadi indikator sukses tidaknya seorang pemimpin.
&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;
4. &lt;b&gt;Pemimpin menguasai visinya sehingga mampu bekerja di mana dan kapan saja di segala kondisi&lt;/b&gt;.
 Debbe Kennedy, President, CEO dan pendiri Global Dialogue Center and 
Leadership Solutions Companies, menyebutkan bahwa dunia terus berubah. 
Maka, seorang pemimpin harus menguasai perubahan dengan mengetahui 
secara pasti tujuannya.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Untuk itu, seorang pemimpin harus membekali diri dengan beberapa hal, 
yakni: kemampuan mewujudkan ide-ide, membangun rencana yang terarah, 
pandai mengeksekusi, berorientasi hasil terbaik di setiap waktu.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
5. &lt;b&gt;Pemimpin selalu penuh keingintahuan&lt;/b&gt;. Hal ini akan 
mendorong dirinya menjadi orang yang selalu haus akan informasi terbaru 
dan terus melakukan pengembangan berkelanjutan.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut Mary Jean Thornton, mantan CIO (&lt;i&gt;Chief Information Officer&lt;/i&gt;) dari &lt;i&gt;The Travelers&lt;/i&gt;,
 semua perkembangan didasari oleh kemajuan berpikir. Karena itu, di 
perusahaannya, ia selalu membiasakan diri dan anak buahnya untuk selalu 
berpikir kreatif dan menantang untuk membangun masa depan.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
6. &lt;b&gt;Pemimpin selalu mendengar dari dua sisi&lt;/b&gt;. Seperti 
yang sudah disebutkan, kemampuan mendengar dibutuhkan oleh seorang 
pemimpin. Namun, tak cukup hanya jadi pendengar. Informasi yang didapat 
harus meliputi semua sisi. Karena itu, seorang pemimpin andal tak lantas
 percaya begitu saja dengan penuturan satu sisi. Ia harus mampu menggali
 dan &quot;mendengar&quot; dari sisi lain sehingga bisa melakukan tindakan yang 
objektif.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Brian P. Lees, senator dari negara bagian Massachusetts, AS menyebutkan 
pentingnya untuk bergaul dengan semua kalangan. Mulai dari profesor 
sampai anak-anak sekolah, dari pemimpin lain hingga rakyat biasa.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
7. &lt;b&gt;Pemimpin pasti selalu memiliki persiapan, persiapan, dan persiapan&lt;/b&gt;.
 Ada satu pepatah mengatakan, jika Anda gagal membuat rencana, maka Anda
 sedang merencanakan untuk gagal. Ini mengandung makna, bahwa persiapan 
menyeluruh, dimulai dari rencana yang matang dan tindakan yang terarah, 
akan jadi indikator pertama tentang sukses tidaknya kepemimpinan kita.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tak heran, jika ada idiom, persiapan adalah ilmu untuk meraih 
kemenangan. Untuk itu, mutlak kiranya seseorang pemimpin menyiapkan 
segala hal-termasuk dengan rencana cadangan-agar mampu mencapai sukses 
yang didambakannya.
&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;i&gt;(diambil dari artikel &lt;a class=&quot;&quot; href=&quot;http://m.andriewongso.com/artikel/aw_corner/3907/7_Prinsip_Sukses_Menjadi_Pemimpin/&quot;&gt;Andrie Wongso&lt;/a&gt; )&lt;br&gt;&lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;</description>
            <pubDate>Mon, 09 Jan 2012 23:19:13 +0100</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Sepatu Tersapu Ombak Menginspirasi Dunia</title>
            <link>http://iprenur.yolasite.com/seni-membangun-perusahaan/category/seni-membangun-perusahaan/sepatu-tersapu-ombak-menginspirasi-dunia</link>
            <description>&lt;br&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
				&lt;b&gt;Tsunami 2004 menghentakkan Wayne Elsey meski ia hanya 
menyaksikannya dari berita televisi. Tak lama setelah tayangan itu ia 
tersentak melihat video sebelah sepatu tersapu ombak di pantai Aceh. 
Sepatu itulah yang memberinya inspirasi.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saat itu Elsey adalah presiden direktur sebuah perusahaan sepatu. Dan ia
 juga belum pernah terlibat langsung dalam kegiatan amal. Menurutnya, 
sebagai seorang eskekutif &amp;nbsp;perusahaan ia hanya bisa memberi sumbangan 
uang pada lembaga yang kompeten. Namun sapuan ombak dan tsunami yang 
melanda Aceh menggerakkan hatinya agar tak tinggal diam.&amp;nbsp;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Segera setelah menyaksikan sepatu tersapu ombak itu ia mengontak 
teman-temannya untuk menggalang pengumpulan sepatu yang akan 
disumbangkan pada korban tsunami. Ide itu kemudian melahirkan yayasan 
pengumpulan sepatu yang diberi nama Soles4Souls pada awal tahun 2005. 
Melalui yayasan ini ia dan kawan-kawannya berhasil mengumpulkan 250.000 
pasang sepatu baru yang kemudian mereka sumbangkan ke korban tsunami 
Aceh 2004.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tak hanya kawan-kawannya yang mendukung. Sejumlah artis Hollywood dan 
penyanyi dunia Amerika Serikat (AS) juga ikut mendukungnya. Mereka 
memberi sumbangan atau melakukan pelelangan barang berharga yang 
hasilnya untuk keperluan pengumpulan sepatu itu. Ketika badai Katrina 
melanda AS pada Agustus 2005, Elsey kembali menggalang sepatu. Saat itu 
ia bisa mengumpulkan sebanyak hampir satu juta pasang sepatu.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img class=&quot;yui-img&quot; src=&quot;http://www.andriewongso.com/otherimage/zzzzzzzzzzzzzzSole4Souls.jpg&quot; alt=&quot;&quot; height=&quot;250&quot; width=&quot;256&quot;&gt;&amp;nbsp;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Setiap orang pasti punya kemampuan untuk membantu kehidupan orang lain 
sekecil apa pun perannya. Bisa melakukannya dengan cara turun ke jalan 
di sekitar rumah, atau pergi jauh meninggalkan rumah untuk menemukan 
mereka yang membutuhkan pertolongan,&quot; kata Elsey. Dan sepatu menjadi 
sumbangan yang berbeda dari kebanyakan sumbangan yang umum diberikan 
bagi korban bencana &quot;Ketahuilah bahwa setiap hari pasti ada bencana alam
 (yang memakan korban),&quot; lanjutnya.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dengan fokus pada sumbangan sepatu, Soles4Souls, kini bisa disebut 
sebagai lembaga terbesar di dunia yang menyumbangkan sepatu pada 
korban-korban bencana. Sejak tahun 2005 hingga kini yayasan ini sudah 
menyumbangkan sekitar 15 juta pasang sepatu yang diberikan pada 
korban-korban di 127 negara di dunia. 
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Bagitu tingginya aspirasi masyarakat dunia pada gagasan &lt;i&gt;Soles4Souls&lt;/i&gt;
 dalam mengumpulkan sepatu sampai akhirnya Elsey memutuskan pensiun dari
 posisinya sebagai presiden direktur perusahaan sepatu di AS agar bisa 
konsentrasi penuh mengelola yayasannya, Soles4Souls. &lt;/b&gt;Sungguh 
luar biasa, sebuah tayangan sepatu tersapu ombak bisa menggerakkan 
banyak orang di dunia untuk berbuat amal pada mereka yang terkena 
bencana.
&lt;/p&gt;



&lt;p&gt;&lt;i&gt;(diambil dari artikel &lt;a class=&quot;&quot; href=&quot;http://m.andriewongso.com/artikel/aw_corner/4739/Sepatu_Tersapu_Ombak_Menginspirasi_Dunia/&quot;&gt;Andrie Wongso&lt;/a&gt; )&lt;br&gt;&lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;</description>
            <pubDate>Fri, 06 Jan 2012 05:09:36 +0100</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>A Great Leader is a Teacher</title>
            <link>http://iprenur.yolasite.com/seni-membangun-perusahaan/category/seni-membangun-perusahaan/a-great-leader-is-a-teacher</link>
            <description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
				&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ya, pemimpin yang hebat adalah guru yang mumpuni. Kenapa
 begitu? Coba saja lihat, tugas seorang guru. Tugas dan misi termulia 
dari seorang guru adalah &quot;mewariskan&quot; apa yang dimilikinya kepada para 
muridnya. Apa saja yang diwariskan? &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saya membaginya menjadi tiga elemen utama yaitu: pengetahuan (&lt;i&gt;knowledge&lt;/i&gt;), keahlian dan pengalaman (&lt;i&gt;skill&lt;/i&gt;), dan sikap, perilaku, budi pekerti (&lt;i&gt;attitude&lt;/i&gt;). Berbekal &lt;i&gt;knowledge-skill-attitude&lt;/i&gt; (untuk singkatnya sebut saja: &lt;b&gt;KSA&lt;/b&gt;) itu si guru berupaya membentuk si murid untuk menjadi seperti dirinya. Jadi&lt;i&gt; by-default&lt;/i&gt; seorang guru haruslah menjalankan fungsi&lt;i&gt; role-modeling&lt;/i&gt;. Nggak bisa si guru mengajarkan kepada si murid tapi cuma omong saja tanpa dia mempraktikkannya.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;&quot;Karya terbesar&quot; seorang guru adalah &quot;warisannya&quot;&lt;/span&gt; yaitu, si murid
 yang sudah tertempa KSA-nya hingga menjadi seperti dia, bahkan 
melebihinya. Guru yang baik adalah mereka yang total menumpahkan KSA 
yang dimilikinya kepada si murid tanpa tersisa sedikit pun. Karena itu 
kalau kita nonton film Star Wars, saat-saat Yoda memberikan ilmu 
terakhir yang dimilikinya kepada si murid Luke Skywalker adalah 
momen-momen berharga yang digambarkan secara dramatik dan sarat makna.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Guru juga selalu melayani (&lt;i&gt;serve&lt;/i&gt;) dan berkorban (&lt;i&gt;sacrifice&lt;/i&gt;)
 untuk kebaikan dan keutamaan si murid. Itu sebabnya oleh pemerintah 
zaman Orde Baru mereka mendapatkan julukan &quot;Pahlawan Tanpa Tanda Jasa&quot;. 
Guru yang hebat adalah mereka yang secara tulus-ikhlas berkorban demi 
untuk kebaikan, kesuksesan, dan kejayaan murid-muridnya. Guru bukanlah 
pekerjaan yang &lt;i&gt;selfish&lt;/i&gt;. Guru yang hebat peduli pada muridnya 
ketimbang dirinya sendiri. Hakiki seorang guru adalah pelayanan, 
pengabdian, dan dedikasi diri kepada orang lain. Guru adalah sebuah &lt;i&gt;compassion&lt;/i&gt;. 
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Itu guru. Lalu bagaimana dengan &lt;b&gt;pemimpin&lt;/b&gt;? Katanya 
pemimpin yang hebat pasti guru yang hebat pula? Saya 100% setuju dengan 
James Kouzes dan Barry Posner (baca buku terakhirnya: &lt;i&gt;A Leader's Legacy&lt;/i&gt;) bahwa: &quot;&lt;i&gt;leadership is about leaving a lasting legacy&lt;/i&gt;&quot;. &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Pekerjaan utama seorang pemimpin adalah meninggalkan &quot;warisan&quot; yang tak lekang ditelan zaman&lt;/span&gt;.
 Gandhi meninggalkan prinsip perlawanan penjajah dengan tanpa kekerasan;
 Bill Gates meninggalkan Microsoft dan Gates &amp;amp; Melinda Foundation; 
Mohammad Yunus meninggalkan Grameen Bank berikut aktivitasnya 
memberdayakan kaum papa; Soekarno meningalkan Kemerdekaan Indonesia. 
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tapi warisan para pemimpin besar itu tak hanya sebatas itu. Ada warisan 
lain yang justru lebih substansial. Soekarno adalah pemimpin hebat 
karena seluruh hidupnya diabdikan dan didedikasikan untuk menghasilkan 
dan (setelah mati) meninggalkan warisan tak ternilai, kemerdekaan 
Indonesia. Namun bagi saya warisan sesungguhnya yang ditinggalkan oleh 
Soekarno adalah para pemimpin penerusnya yang mengisi dan &quot;merawat&quot; 
kemerdekaan itu. &lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;img class=&quot;yui-img&quot; style=&quot;text-align: -webkit-auto&quot; src=&quot;http://www.andriewongso.com/otherimage/zzzgreat.jpg&quot; alt=&quot;&quot; height=&quot;239&quot; width=&quot;179&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Warisan terbesar Soekarno sebagai pemimpin adalah &quot;murid-murid&quot;-nya, 
yaitu para pemimpin penerus bangsa yang selalu terinspirasi untuk 
mewujudkan impian-impiannya mengenai kemerdekaan Indonesia yang 
sesungguh-sungguhnya. Jadi warisan Soekarno masih cacat dan belum 
paripurna kalau para pemimpin yang meneruskannya berperangai bukan 
pemimpin: suka korupsi,&lt;i&gt; selfish&lt;/i&gt;, rakus kekuasaan,&lt;i&gt; greedy&lt;/i&gt;, munafik. &lt;i&gt;Leader must create other leaders&lt;/i&gt;, pemimpin harus menghasilkan pemimpin lain yang lebih hebat darinya. &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Sama dengan guru harus menghasilkan murid-murid yang lebih hebat darinya&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Lalu, seperti juga guru, seorang pemimpin juga harus &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;mentransfer dan meng-&lt;i&gt;copy &lt;/i&gt;KSA yang dimilikinya kepada orang-orang yang dipimpinnya (&lt;i&gt;followers&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;. Itu atinya, ia harus memainkan peran &lt;i&gt;role modeling&lt;/i&gt; bagi para &lt;i&gt;follower&lt;/i&gt;-nya.
 Untuk memainkan peran ini maka seorang pemimpin harus beres KSA-nya. 
Bagaimana kalau KSA-nya belepotan? Ya, tentu saja si pemimpin akan 
kehilangan kredibilitasnya, karena: &lt;i&gt;he doesn't practice what he preach&lt;/i&gt;. Dan kita tahu kredibilitas adalah &quot;nyawanya&quot; kepemimpinan. Anda nggak kredibel di mata anak buah, maka habislah Anda. 
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dan akhirnya, seperti halnya guru, seorang pemimpin haruslah &lt;i&gt;serve&lt;/i&gt; &amp;amp; &lt;i&gt;sacrifice&lt;/i&gt;. &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Pemimpin yang ikhlas selalu melayani dan berkorban agar orang-orang yang dipimpinnya berkembang&lt;/span&gt;. Tugas berat seorang pemimpin adalah mentransformasi para &lt;i&gt;follower&lt;/i&gt;-nya dari &lt;i&gt;good&lt;/i&gt; menjadi &lt;i&gt;great&lt;/i&gt;, dari orang biasa-biasa saja menjadi orang luar biasa. Seorang pemimpin harus memfasilitasi dan menjadi enabler bagi para &lt;i&gt;follower&lt;/i&gt;-nya untuk sukses, untuk &lt;i&gt;make a difference&lt;/i&gt;, untuk &lt;i&gt;make a legacy&lt;/i&gt;.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sama dengan guru, &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;pemimpin yang jujur dan ikhlas peduli pada &lt;i&gt;follower&lt;/i&gt;-nya ketimbang dirinya sendiri&lt;/span&gt;. Hakiki seorang pemimping adalah pelayanan, pengabdian, dan dedikasi diri kepada orang lain. Pekerjaan memimpin adalah sebuah &lt;i&gt;compassion&lt;/i&gt;.
 Kalau sudah begini kita menjadi sadar bahwa pekerjaan seorang pemimpin 
demikian mulianya. Karena itu pemimpin yang jujur dan ikhlas seharusnya 
pantas mendapatkan penghargaan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa-seperti halnya 
guru.
&lt;/p&gt;


&lt;p&gt;&lt;i&gt;(diambil dari artikel &lt;a class=&quot;&quot; href=&quot;http://m.andriewongso.com/artikel/artikel_tetap/4542/A_Great_Leader_Is_A_Teacher/&quot;&gt;Andrie Wongso&lt;/a&gt; )&lt;br&gt;&lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;</description>
            <pubDate>Fri, 06 Jan 2012 05:05:01 +0100</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Menjaga Semangat Agar Tetap Lapar</title>
            <link>http://iprenur.yolasite.com/seni-membangun-perusahaan/category/seni-membangun-perusahaan/menjaga-semangat-agar-tetap-lapar</link>
            <description>&lt;br&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
				&lt;b&gt;Mengejar mimpi itu tidak mudah. Sering kali karena 
tantangannya begitu besar, semangat mengejarnya melempem di tengah 
jalan. Bagaimana agar termotivasi sepanjang masa?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam bukunya, &lt;i&gt;Live Your Dreams&lt;/i&gt;, penulis Les Brown memaparkan bagaimana seseorang bisa menjaga semangatnya agar tetap &quot;lapar&quot; sehingga terus termotivasi. 
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Sadari tanggung jawab terhadap diri sendiri.&lt;/b&gt; Banyak 
orang yang selalu memposisikan dirinya sebagai orang yang pantas 
dibantu. Hidupnya bergantung pada orang lain. Kondisi ini sering 
melemahkan. 
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Agar tetap termotivasi, ubah pikiran. Yakinkan bahwa sukses tidaknya 
kita itu tanggung jawab kita sendiri. Tak ada pertolongan bagi kita 
selain pertolongan diri kita sendiri. Dengan cara ini, ada atau tidak 
ada bantuan orang lain kita tetap semangat mengejar mimpi kita.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Review impian kita dua kali sehari.&lt;/b&gt; Dengan melihat 
kembali pada apa yang kita impikan, kita akan terdorong untuk fokus pada
 apa yang sedang kita kejar. Selain itu kita juga harus mencari hal-hal 
apa saja yang bisa memotivasi kita sehingga kita tetap fokus pada 
cita-cita itu.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Beri tekanan dalam hidup.&lt;/b&gt; Tekanan bisa memacu seseorang
 untuk bekerja pada kemampuan optimalnya. Seorang olahragawan kadang tak
 muncul performa terbaiknya karena lawan yang dihadapinya tak seimbang, 
jauh lebih lemah darinya. Ia tidak tertekan, malah santai. Tetapi 
sebaliknya sering kali seseorang yang disepelekan oleh lawannya justru 
termotivasi untuk mengalahkannya dan berhasil. 
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Bangun keberanian.&lt;/b&gt; Jangan biarkan ketakutan terus 
menghantui kita. Jika kita takut akan sesuatu, hadapi saja. Jangan 
sampai ketakutan itu mengganggu terus. Misalnya, jika kita takut 
berenang, segera ambil kursus renang. Hal ini akan membangun mental 
berani kita.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img class=&quot;yui-img&quot; src=&quot;http://www.andriewongso.com/otherimage/0-0000000000000spirit.jpg&quot; alt=&quot;&quot; height=&quot;254&quot; width=&quot;169&quot;&gt;&amp;nbsp;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Buat target tinggi.&lt;/b&gt; Memiliki target yang lebih tinggi 
akan memicu semangat. Karena itu, jangan memasang target yang 
biasa-biasa saja. Jika seseorang bekerja di bidang pemasaran lalu 
menargetkan penjualan 10 item dalam waktu satu minggu, tingkatkan target
 itu menjadi 50 item. Lalu lihat apa yang akan terjadi.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Tumbuhkan keyakinan.&lt;/b&gt; Makin tinggi keyakinan bahwa kita 
bisa meraih apa yang kita impikan makin bagus karena ini akan membuat 
kita tetap semangat untuk merealisasikan mimpi itu. Karena itu tumbuhkan
 keyakinan bahwa kita mampu. Caranya antara lain dengan menambah 
keterampilan yang diperlukan, terus belajar dari kehidupan, membaca, 
bersosialisasi, dan sebagainya.
&lt;/p&gt;


&lt;p&gt;&lt;i&gt;(diambil dari artikel &lt;a class=&quot;&quot; href=&quot;http://m.andriewongso.com/artikel/aw_corner/4738/Menjaga_Semangat_Agar_Tetap_Lapar/&quot;&gt;Andrie Wongso&lt;/a&gt; )&lt;br&gt;&lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;</description>
            <pubDate>Fri, 06 Jan 2012 04:57:31 +0100</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Hilangkan Ketakutan dengan Menghadapinya</title>
            <link>http://iprenur.yolasite.com/seni-membangun-perusahaan/category/seni-membangun-perusahaan/hilangkan-ketakutan-dengan-menghadapinya</link>
            <description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Cara itu ternyata sangat ampuh. Dan seorang wanita asal Illinois, AS, bernama Arlynn Presser telah membuktikannya sendiri.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ia seorang penderita &lt;i&gt;agoraphobia&lt;/i&gt;, yang mengalami ketakutan 
berada di tempat terbuka atau kerumunan sehingga lebih suka menyendiri. 
Karenanya, ia juga takut melakukan perjalanan. Namun, ia&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt; bertekad untuk menghilangkan rasa takut itu dengan cara menghadapinya&lt;/span&gt;.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Caranya unik dan malah cenderung seakan &quot;menantang&quot; ketakutannya 
sendiri, yaitu &quot;kopi darat&quot; dengan 324 teman di akun Facebook dengan 
mengunjungi mereka satu per satu, padahal mereka semua tersebar di 
seluruh dunia. Tak tanggung-tanggung, niatnya ini juga menguras dana 
pribadinya. Ketika menemui teman FB-nya yang ke-292, biaya yang sudah 
dikeluarkan adalah sebesar USD30.000. Jumlah yang tidak kecil, kan?
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img class=&quot;yui-img&quot; src=&quot;http://www.andriewongso.com/otherimage/0-00000000000000arpr.jpg&quot; alt=&quot;&quot; height=&quot;173&quot; width=&quot;257&quot;&gt;&amp;nbsp;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; font-weight: bold; text-align: left&quot;&gt;Dengan Brenda Allison dari Ayettevill, Arkansas&lt;/span&gt;&amp;nbsp;(teman FB ke-287)
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tapi, pengorbanan besarnya itu memberikan hasil yang juga luar biasa. 
Karena wanita berusia 51 tahun ini mengaku merasa jauh lebih baik 
setelah melakukan perjalanan keliling dunia. Ia sudah bisa mengendalikan
 &lt;i&gt;agoraphobia&lt;/i&gt; yang dideritanya. Bisa merasa lebih santai berada di ruang terbuka.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bahkan, Arlynn bisa dibilang mendapat &quot;berkah&quot; lain. Perjalanan unik 
Arlynn ini menarik minat seorang teman Fb yang ditemuinya, Ben Gonzalez 
yang juga kebetulan pembuat film, untuk mendokumentasikan perjalanannya 
itu dalam sebuah film dokumenter. Arlynn tentu tak menolaknya.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mungkin ucapan penutup Arlynn ini bisa menjadi inspirasi bagi kita, 
&quot;Kurasa terapi mengajarkan Anda untuk bergantung pada terapi, obat 
mengajarkan Anda untuk bergantung pada obat. Tapi, perjalanan ini 
mengajariku untuk bergantung pada teman-teman dan diriku sendiri.&quot;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Kisah perjalanan Arlynn yang luar biasa ini mungkin bisa jadi 
cerminan bagi diri kita sendiri. Jika kita mempunyai ketakutan dalam 
bentuk apa pun itu, mari kita berani untuk menghadapinya atau malah 
&quot;menantangnya&quot; sebagaimana yang dilakukan Arlynn Presser. Luar Biasa!&lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;


&lt;p&gt;&lt;i&gt;(diambil dari artikel &lt;a class=&quot;&quot; href=&quot;http://m.andriewongso.com/artikel/aw_corner/4741/Hilangkan_Ketakutan_Dengan_Menghadapinya/&quot;&gt;Andrie Wongso&lt;/a&gt; )&lt;br&gt;&lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;</description>
            <pubDate>Fri, 06 Jan 2012 04:51:59 +0100</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Inilah Rahasia Kesuksesan</title>
            <link>http://iprenur.yolasite.com/seni-membangun-perusahaan/category/seni-membangun-perusahaan/inilah-rahasia-kesuksesan</link>
            <description>&lt;br&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
				&lt;b&gt;&lt;i&gt;Seorang wartawan (W) mewawancarai satu orang bernama &quot;Kesuksesan&quot; (S). Berikut adalah perbicangan yang mereka lakukan.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
W: &quot;Kamu begitu dipuja-puja, dicintai dan dikejar banyak orang di dunia ini, tapi kenapa kamu begitu jual mahal?&quot;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
S: &quot;Aku memang harus jual mahal, kalau tidak, semua orang tidak akan mengejarku lagi.&quot;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
W: &quot;Lalu, boleh tahu tidak kamu itu orangnya seperti apa?&quot;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
S: &quot;Intinya aku orangnya jual mahal dan tidak gampang mencintai seseorang.&quot;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
W: &quot;Bisakah dijelaskan lebih detail, saya masih belum paham.&quot;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
S: &quot;Di saat orang lain mengejarku, aku akan berlari menjauh. Aku akan 
membuat mereka lelah, capek, frustrasi, putus asa, hilang semangat, dan 
bahkan menyerah. Bukan hanya itu, aku akan mengerahkan seluruh pasukan 
terbaikku yaitu rintangan, tantangan, halangan, masalah, cobaan, dan 
kegagalan. Aku perintahkan mereka untuk menghadang siapa pun yang 
berusaha mendapatkanku.&quot;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img style=&quot;text-align: -webkit-auto&quot; src=&quot;http://www.andriewongso.com/otherimage/zzzzzzzsuccess.jpg&quot; alt=&quot;&quot; height=&quot;200&quot; width=&quot;430&quot;&gt;&amp;nbsp;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
W: &quot;Kalau begitu, Anda termasuk orang yang berhati kejam!&quot;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
S: &quot;Tidak, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya ingin mereka belajar sesuatu.&quot;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
W: &quot;Apa itu?&quot;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
S: &quot;Aku ingin mereka belajar menjadi lebih kuat ketika menghadapi 
pasukanku. Aku ingin agar ketika mereka berhasil mendapatkanku, mereka 
lebih menghargaiku, agar mereka sadar betapa berharga dan berartinya 
diriku bagi hidup mereka. Memang aku jual mahal, tapi jika mereka bisa 
mendapatkanku, aku pasti akan membuat mereka bahagia dan bangga. Aku 
hanya akan menjadi milik orang-orang yang bersungguh-sungguh, serius, 
berkomitmen dan berani melakukan apa pun untukku. Aku mencintai 
orang-orang seperti itu. Aku tidak begitu suka dengan orang yang gampang
 menyerah, yang baru gagal sekali saja langsung mundur dan tidak berani 
berjuang lagi.&quot;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
W: &quot;Apakah ada lagi yang ingin Anda sampaikan pada mereka yang sedang dan berusaha mengejar Anda?&quot;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
S: &quot;Siapa pun berhak mengejarku. Tapi tidak semua orang bisa mendapatkan
 diriku. Hanya orang-orang yang pantang menyerahlah yang benar-benar 
bisa meluluhkan hatiku dan membuatku jatuh cinta padanya.&quot;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
W: &quot;Terima kasih atas wawancaranya.&quot;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Pesan kepada pembaca:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kesuksesan dari waktu ke waktu selalu menjadi daya tarik dan menjadi 
incaran semua orang. Kesuksesan memungkinkan orang yang mencapainya 
dapat menikmati hidup yang lebih berkualitas, lebih baik dan lebih 
bahagia. Tapi kenyataannya, tidak semua orang bisa mencapainya. Lebih 
banyak orang yang tidak berhasil daripada yang berhasil di dunia ini.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kesuksesan memang adalah hak semua orang. Tapi, sebelum 
mendapatkan haknya, seseorang haruslah melaksanakan kewajibannya 
terlebih dahulu&lt;/b&gt;. Apa kewajiban yang harus dilaksanakan? Tidak 
lain adalah usaha dan tindakan nyata, bukan hanya ucapan belaka. Bukan 
hanya itu, seseorang juga harus membutuhkan sikap mental positif, 
optimis, gigih, dan pantang menyerah.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di depan setiap kesuksesan, terdapat berbagai tantangan dan rintangan 
yang harus dilewati. Tantangan dan rintangan itulah yang sudah memakan 
banyak &quot;korban&quot;, yakni orang-orang yang memutuskan menyerah dan pensiun 
dari usaha mengejar apa yang sebelumnya dicita-citakan.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika kewajiban sudah kita lalui dengan baik, maka hak untuk sukses akan 
datang dengan sendirinya. Jangan terjebak dalam sikap yang salah, di 
mana kita hanya menuntut hak kita tanpa mau membayar harga dari hak 
tersebut.
&lt;/p&gt;


&lt;p&gt;&lt;i&gt;(diambil dari artikel &lt;a href=&quot;http://m.andriewongso.com/artikel/artikel_tetap/4609/Inilah_Rahasia_Kesuksesan/&quot;&gt;Andrie Wongso&lt;/a&gt; )&lt;br&gt;&lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;</description>
            <pubDate>Thu, 05 Jan 2012 11:57:09 +0100</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Bisnis Saya Tumbuh 300 Persen Dalam 8 Bulan</title>
            <link>http://iprenur.yolasite.com/seni-membangun-perusahaan/category/seni-membangun-perusahaan/bisnis-saya-tumbuh-300-persen-dalam-8-bulan</link>
            <description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Saya menulis cerita ini karena menurut saya sangat 
mengagumkan. Salah satu bisnis yang saya coach beberapa tahun lalu, 
bergerak di bidang rumah makan. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pertama kali bertemu saya, omset rumah makan ini sekitar 2 juta per 
hari. Jam sibuk hanya saat makan siang dan makan malam saja. Selama ini 
strategi yang sudah diterapkan adalah dengan mengirimkan brosur ke 
rumah-rumah, iklan di surat kabar 2x100mmk.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Biaya yang dikeluarkan selama ini antara 3-7 juta perbulan. Dua strategi
 marketing ini sudah lama ditinggalkan setelah saya melakukan Business 
Strategic Review dan menemukan ada 19 in-efisiensi yang menyebabkan 
bisnis ini tidak profit.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Problem terbesar&lt;/b&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selama 7 bulan profit tergerus karena biaya semakin mahal dan tidak 
mudah mengundang customer untuk makan di restonya. Biasanya mereka bisa 
mendapat regular customer datang makan siang, makan malam atau delivery 
secara rutin, namun sejak adanya competitor yang membuka fancy resto, 
sea food dan kopitiam tempoe doeloe, customer banyak yang pindah.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Coaching session&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saat sesi &lt;i&gt;coaching&lt;/i&gt; berlangsung, saya menemukan banyak sekali 
kendala operasional yang terjadi. Bahkan sebagian kesalahannya sangat 
fatal. Namun kita akhirnya sepakat untuk fokus menyelamatkan &lt;i&gt;cashflow&lt;/i&gt; dan profit bisnis yang ada.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Dua kesalahan fatal yang saya temukan adalah&lt;/span&gt;:&lt;br&gt;
1. Tidak ada database customer yang valid&lt;br&gt;
2. Tidak ada program yang menarik untuk membuat customer kembali berbelanja
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Strategi&lt;/b&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saya meminta client ini untuk menangkap sebanyak mungkin database pelanggan. Baik saat &lt;i&gt;delivery&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;dine-in&lt;/i&gt;. Alasan &lt;i&gt;data capture&lt;/i&gt;
 ini dengan menawarkan Special Voucher Offer untuk dikirimkan ke alamat 
masing-masing. Alhasil mereka mendapat lebih dari 500 nama, alamat, 
nomor telepon, handphone selama satu setengah bulan. Dari total sekitar 
900 customer, 55% bersedua memberi data.
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah nama dan data di tangan, kita melakukan strategi untuk memastikan ada &lt;i&gt;repeat order&lt;/i&gt;, seperti:&lt;br&gt;
1. Membuat weekend special menu&lt;br&gt;
2. Seafood night&lt;br&gt;
3. Magician night&lt;br&gt;
4. Hypnosis night&lt;br&gt;
5. Free for Children&lt;br&gt;
6. Try us! We give your more&lt;br&gt;
7. Wedding anniversary night&lt;br&gt;
8. Birthday special&lt;br&gt;
9. Dan seterusnya
&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah berjalan beberapa bulan omset penjualan bergerak naik, bahkan 
lebih dari 300%. Bagaimana Anda bisa melakukan ini untuk bisnis Anda, 
tergantung dari seberapa konsisten Anda membuat pelanggan ingat Anda.
&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

Kompetisi semakin tajam, penjualan bisa menurun, namun asset terbesar 
Anda adalah memastikan semua customer yang pernah datang selalu mencoba 
untuk bertransaksi kembali dengan Anda. Ini adalah ladang emas yang 
harus terus dipelihara.&lt;br&gt;&lt;/div&gt;


&lt;p&gt;&lt;i&gt;(diambil dari artikel &lt;a href=&quot;http://m.andriewongso.com/artikel/artikel_tetap/4671/Bisnis_Saya_Tumbuh_300_Persen_Dalam_8_Bulan/&quot;&gt;Andrie Wongso&lt;/a&gt; )&lt;br&gt;&lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;</description>
            <pubDate>Thu, 05 Jan 2012 11:53:52 +0100</pubDate>
        </item>
    </channel>
</rss>
